Home

News

Dari hobi melahirkan prestasi

Giat menekuni hobi menggambar dan mewarnai, Nadia Citra Windayu kini merasakan hasilnya. Dia sering mendapat beragam predikat juara menggambar dan mewarnai di sejumlah ajang.

BUKAN bakat turunan orangtua ataupun keluarganya. Kegemaran Winda kepada dunia menggores alat tulis sudah terlihat sejak kecil. “Pertama kali dia ikut serta dalam perlombaan saat masih kelas I sekolah dasar. Keterusan hingga sekarang,” jelas Sri Utami, ibunya Winda.

Untuk melatih dan memperdalam kemampuan, Winda rajin mengikuti les di sebuah sanggar seni. Tak sekadar menggambar, gadis kelahiran Samarinda, 23 Januari 2007, itu juga belajar mendesain baju. "Siapa tahu bisa jadi desainer, walaupun cita-citanya ingin menjadi dokter spesialis anak," ungkap sang ibu.

Tidak cukup di buku gambar, Winda pun menyatakan keinginannya mengeksplorasi seni lukis di atas kanvas dan atau menggunakan pasir. "Selalu ingin mencoba hal baru sesuai hobinya, orangtua tidak pernah memaksakan. Hanya mendukung dan selalu mendampingi keinginan Winda," ucap Sri.

Mendukung minat, Sri pun sering mengajak anak bungsunya itu melihat beragam jenis gambar, untuk memperbanyak referensi dan inspirasi. "Tujuannya sekadar inspirasi, bukan plagiat. Karena kami memahami orisinalitaslah yang membuat karya Winda dihargai," jelas Sri.

Berkat karyanya, Winda pun pernah memenangi lomba menggambar tingkat nasional garapan sebuah bank nasional. Winda pun diganjar hadiah berlibur ke Hong Kong. "Rasanya sangat senang sekali," ucap Winda yang tampak malu-malu. Saat itu, dia menggambar dokter spesialis anak lewat yang menjadi cita-citanya.

Berawal dari lomba tingkat kota, lanjut ke provinsi, kemudian Winda mewakili Kaltim ke tingkat nasional. "Winda mendapatkan peringkat kedua," tutur Sri. Belum lama ini, Winda juga berhasil menjuarai Connector Pen Challenge 2015 garapan Faber-Castell. Penyerahan hadiah berlangsung kemarin (19/5) oleh Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang.

"Lomba ini diadakan dari tingkat kota hingga nasional. Kemudian tingkat nasional dibagi menjadi tiga bagian, Indonesia Timur, Sumatra, dan Jawa. Indonesia Timur mencakup Samarinda, Banjarmasin, Manado, Makassar, Bali, dan Mataram. Nah, di Indonesia Timur Winda terpilih sebagai juara," jelas People In Charge (PIC) PT Faber-Castell Samarinda Roy Sandy.

Winda menjadi perwakilan Samarinda yang menjuarai wilayah Indonesia Timur. Sementara itu, dari Sumatra, ada juara dari Jambi. Sedangkan untuk wilayah Jawa, diwakili peserta dari Bandung. "Jadi di setiap wilayah hanya diambil satu juara," papar Roy.

Dari hobi melahirkan prestasi

© copyright 2017 Faber-Castell International Indonesia